5 Pilar Komunikasi NLP Ala Nabi Muhammad SAW [REACH]
Neuron Languange Programming (NLP) Nabi Muhammad SAW

By Admin 20 Jun 2018, 11:56:03 WIB Hypnotherapy
5 Pilar Komunikasi NLP Ala Nabi Muhammad SAW [REACH]

Keterangan Gambar : Komunikasi NLP Ala Nabi Muhammad SAW


Komunikasi NLP Ala Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW  telah mempraktekan komunikasi NLP yang efektif dengan pendekatan konsep REACH sebagai efektivitas komunikasi. 

Komunikasi yang dilakukan menerapkan 5 pilar NLP yang secara teoritis dan praktis proses komunikasi akan berjalan efektif, lancar, dan menguntungkan. Konsep REACH yang dimaksud :

  • Respect, rasa hormat dan saling menghargai.
  • Empathy, kemampuan untuk menempatkan diri pada kondisi yang dihadapi oleh orang lain, termasuk tenggang rasa, pengertian, sensitivitas, dan dapat merasakan.
  • Audible, dapat dimengerti dengan baik oleh lawan bicara.
  • Clearity, pesan yang disampaikan oleh komunikan tersebut jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi (transparan).
  • Humble, rendah hati, mau melayani, rela memaafkan, lemah lembut, tidak menyalahkan, dan tidak memojokkan atau menyerang orang lain.

Seseorang atau kelompok yang mampu mempraktikkan pola komunikasi berdasarkan konsep di atas akan memiliki peluang besar untuk menjadi komunikator andal yang disukai. 
Sebagai dampaknya, ia akan lebih mudah untuk mempengaruhi, mengarahkan serta mengendalikan orang lain sesuai keinginan dirinya. Sebagaimana hadist telah meriwayatkan sebuah kisah berikut.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi Muhammad SAW dan Ia berniat untuk masuk Islam. Meskipun pemuda tersebut berniat untuk masuk Islam, namun di balik keinginannya itu, Ia mengajukan satu syarat yang sangat tidak rasional kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu meminta agar beliau tidak melarangnya untuk berzina.

Mendengar permintaan tersebut, Nabi Muhammad SAW tidak langsung marah, beliau justru tersenyum dan tidak memarahi pemuda tersebut, beliau akhirnya mengajak si pemuda berdialog.

“Wahai anak muda, mendekatlah!” Ucap Nabi Muhammad SAW
Pemuda itu pun kemudian mendekat
“Duduklah!” Nabi Muhammad SAW. berkata kepada pemuda itu.
“Wahai pemuda, maukah kamu jika itu (zina) terjadi pada ibumu?” tanya Nabi Muhammad SAW.
“Tidak. Demi Allah, aku tidak rela!” jawab si pemuda.
“Demikian pula seluruh manusia, tidak suka zina terjadi pada ibu-ibu mereka,” tegas Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, Nabi Muhammad SAW pun bertanya lagi, “Maukah kamu jika itu terjadi pada anak perempuanmu?”
Pemuda itu lagi-lagi menjawab tidak. Kemudian, Nabi Muhammad SAW bertanya bagaimana jika itu terjadi kepada saudara perempuan dan bibinya. Jawaban pemuda itu pun tetap sama: tidak rela.
Nabi Muhammad SAW kemudian meletakkan tangannya di atas bahu pemuda itu sambil berdoa, “Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunilah dosanya dan peliharalah dia dari zina.”

Lalu, apa yang terjadi setelah pemuda tersebut berdialog dengan Nabi Muhammad SAW? setelah peristiwa itu, terjadi perubahan drastis pada diri si pemuda. Pada saat itu, tidak ada perbuatan yang paling dibenci oleh pemuda itu selain melakukan zina.

Menilik kisah tersebut, dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW memiliki kepiawaian komunikasi efektif dan kemampuan dalam mengemas pesan yang ingin disampaikan serta mampu mempengaruhi lawan bicaranya. Jika dialog tersebut dikorelasikan dengan lima hukum komunikasi efektif (REACH), maka dapat ditemukan waujud implementasi atau praktik kelima unsur tersebut dalam komunikasi ala Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pertama, Nabi Muhammad SAW memperlakukan pemuda tersebut dengan begitu hormat. Beliau tetap menghargai pemuda itu (respect) meskipun permintaannya sangat tidak etis. Terbukti, beliau tidak memarahinya.
Kedua, Nabi Muhammad SAW berusaha untuk merasakan apa yang ada dalam hati si pemuda (empathy), sehingga beliau tidak bersikap frontal, menyerang, dan menyalahkan. Andai saja Nabi Muhammad SAW langsung mengatakan tidak boleh, haram, terkutuk, lancang, atau kata-kata kasar lainnya, maka besar kemungkinan si pemuda justru akan mundur dan mengurungkan niatnya untuk masuk agama Islam.

Ketiga dan Keempat, Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan dengan sangat mudah dimengerti dan sesuai dengan pemahaman si pemuda dengan jelas (audible) serta penuh keterbukaan (clearity). Hal ini sebenarnya merupakan teknik persuasif agar pemuda tersebut sadar dan merasakan ketenangan dan bukan beban yang ia dapatkan.
Kelima, Nabi Muhammad SAW menjalin komunikasi dengan landasan akhlak mulia (humble), rendah hati, lemah lembut, rela memaafkan, mau mendengarkan, dan penuh pengendalian diri. Meskipun Nabi Muhammad SAW memahami bahwa zina itu haram, beliau tidak langsung memberikan dalil ihwal haramnya zina dan akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya. Beliau cukup menyentuh hati dan pikiran si pemuda, sehingga keinginannya berubah seratus delapan puluh derajat.

Semoga bermanfaat

Terima Kasih

Roni Yanuar 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. Nana sujana 22 Jan 2019, 13:24:57 WIB

    Gusmus therapy go internasional

    Nana sujana 22 Jan 2019, 13:26:02 WIB

    Gusmus therapy go internasional

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Metode terapi GM apa yang paling Anda sukai?
  Akupresur
  Bekam
  Akupuntur

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video